Pemerintah Kota Bogor Jadikan Nama RM Tirto Adhi Soerjo Jadi Nama Jalan Di Kota Bogor

  • Bagikan
Sumber Gambar: merdeka.com

Nurul.id, Bogor – Pemerintah Kota Bogor gelar bedah profil tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional RM Tirto Adhi Soerjo bersama Yayasan Priatman Untuk Negeri di halaman Bogor Creative Center, Jalan Juanda, Bogor Tengah, Selasa, 9 November 2021.

Acara ini dihadiri Sejarawan dan Budayawan, Taufik Rahzen, perwakilan keluarga RM Tirto Adhi Soerjo, Denny Irawan, Priambodo Triaksono sebagai penasehat Yayasan Priatman Untuk Negeri, Guru Besar Ilmu Sejarah Departemen Sejarah dan Fiologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran, Profesor Nina Herlina, dan dimoderatori oleh Ivan Aulia Ahsan, Pimpinan redaksi dari portal berita Tirto.id.

Bedah profil RM Tirto Adhi Serjo ini bertajuk “Mengingat Sang Pemula, Melestarikan Seni Dan Budaya.”  Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang penggantian nama Jalan Kesehatan, Tanah Sareal dengan menggunakan nama tokoh pers nasional RM Tirto Adhi Soerjo sebagai bentuk pengabadian. Kantor Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor pun berlokasi di Jalan Kesehatan ini.

Bima Arya menerangkan dalam sambutannya diacara tersebut, bahwa banyak tokoh-tokoh legendaris yang dan hebat yang tercatat dalam sejarah dan diakui oleh negara. Tapi sayangnya, banyak pula tokoh-tokoh yang tidak dikenal secara kekinian oleh anak-anak muda zaman sekarang.

“Padahal kiprahnya luar biasa, berpengaruh dan seharusnya menginspirasi. Salah satunya adalah sosok RM Tirto Adhi Soerjo. Surat kabar pertama yang berbahasa melayu didirikan oleh beliau. Beliau juga memimpin Sarikat Islam. Jurnalis yang kritis, juga menjadi organisator aktivis,” ungkap Bima Arya dilansir dari portal resmi Pemerintah Kota Bogor.

Bima melanjutkan dalam sambutannya, kisah dan sosok dari Tirto yang fenomenal kemudian menginspirasi penulis Pramoedya Ananta Toer untuk membuat buku “Bumi Manusia.”

“Pramoedya Ananta Toer ‘menghidupkan’ ketokohan Tirto dalam sosok Minke dan kemudian difilmkan oleh Hanung Bramantyo. Sosok Minke diperankan oleh Iqbaal Ramadhan. Saya nonton (streaming) film itu waktu (terpapar) Covid. Film yang bagus,” lanjut Bima.

Menurut Bima Arya, sosok tokoh Tirto penting untuk dipopulerkan kembali secara kekinian. Karena hari ini tantangan jurnalis adalah menjaga jurnalisme yang kritis, sehat, produktif, dan independen.

“Karena hari ini kita melihat tantangan teman-teman jurnalis adalah begitu. Tetap kritis dimasa krisis itu tidak mudah. Saya kira itu tantangan kita sekarang, menjaga jurnalisme yang kritis, sehat, produktif, dan independen,” ungkapnya.

Untuk mempopulerkan kembali sosok RM Tirto Adhi Soerjo, Pemerintah Kota Bogor akan mengabadikan menjadi sebuah nama jalan di Kota Bogor.

“Nama beliau insya allah besok akan diresmikan sebagai nama jalan di pusat kota Bogor. Mudah-mudahan bisa terus menginspirasi teman-teman jurnalis dan masyarakat lainnya. Beliau wafat di usia yang masih sangat muda, sebelum 40, tetapi auranya, ceritanya mengalir terus. Insya Allah hingga akhir zaman nanti. Mudah-mudahan menginspirasi,” kata Bima.

Profesor Nina Herlina, Guru besar Ilmu Sejarah Universitas Padjajaran, mengungkapkan bahwa RM Tirto Adhi Soerjo dianugerahi gelar pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85/TK/2006 pada 3 November 2006 lalu.

“alasan utama penganugerahan gelar itu adalah RM Tirto Adhi Soerjo merupakan pionir pers nasional dengan menerbitkan Medan Priaji yang didistribusikan secara nasional. Melalui surat kabar harian milik pribumi inilah perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan yang diberitakan secara luas,” ungkap Nina.

Nina juga mengaku bangga dan bersyukur ketika Wali Kota Bogor menginisiasi nama RM Tirto Adhi Soerjo menjadi nama jalan. Nina mengungkapkan nilai-nilai perjuangan Tirto harus dilestarikan, disosialisasikan, dan diwariskan kepada generasi muda.

“Sebagai pahlawan nasional, nilai-nilai kejuangannya harus dilestarikan, disosialisasikan, dan diwariskan kepada generasi muda.” Pungkasnya.

Lanjut Nina, mengabadikan nama tokoh pers RM Tirto Adhi Soerjo sebagai nama jalan, merupakan upaya memberi penghargaan atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara. Selain itu agar generasi milenial dapat mengenang perjuangan beliau dan mendapat inspirasi. Terakhir, sebagai sarana pendidikan nasional terkhusus pembinaan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.

“Mengabadikan RM Tirto Adhi Soerjo sebagai nama jalan merupakan upaya pemerintah untuk memberi penghargaan atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara. Kedua, agar generasi milenial dapat mengenang perjuangan RM Tirto Adhi Soerjo dan mendapat inspirasi bagaimana berbakti kepada bangsa dan negara,” lanjut Nina.

“Ketiga, sebagai bahan pendidikan nasional khususnya pembinaan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Terkait dengan itu, Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan perubahan nama Jalan Kesehatan menjadi Jalan Tirto Adhi Soerjo. Ini sangat kami apresiasi,” tutup Nina.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *