Bupati Bogor Ade Yasin Sebut Ekonomi Kabupaten Bogor Membaik

  • Bagikan
SumberGambar: Portal Resmi Kabupaten Bogor bogorkab.go.id

Nurul.id, Bogor – Bupati Bogor, Ade Yasin menyebutkan perekonomian Kabupaten bogor tahun 2021 mulai membaik.

“Berdasar pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, tanda-tanda perbaikan ekonomi Kabupaten Bogor tahun 2021 mulai terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan positif (3,48%), setelah sebelumnya tahun 2020 mengalami pertumbuhan negatif (-1,77%). Terjadi kenaikan sebesar 5,25 % (dari -1,77 % menjadi 3,48%),” papar Ade, dikutip dari situs portal resmi kabupaten bogor pada Senin, 15 November 2021.

Ade melanjutkan, dari sisi ketenagakerjaan pada tahun 2021, kabupaten bogor mengalami penurunan yang sangat signifikan. Tercatat pada tahun 2021 angka pengangguran sebesar 12,22%, setelah sebelumnya pada tahun 2020 terjadi kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 14,29%. Ada selisih sekitar 2,07% antara tahun 2021 dan 2020.

“Selisih penurunan ini merupakan penurunan tertinggi se-Jawa Barat. Jumlah pengangguran tahun 2020 sebanyak 390.731 orang menjadi 340.604 orang, berkurang sebanyak 50.127 orang,” lanjut Ade.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bogor tahun 2021 pun menunjukkan kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2021, IPM Kabupaten Bogor ada diangka 70,48 dimana sebelumnya pada tahun 2020, ada diangka 70,40. Menurut Ade, kenaikan ini masih tertahan oleh daya beli masyarakat yang masih belum stabil di masa pandemi.

“Kenaikan ini masih tertahan oleh daya beli masyarakat yang masih belum stabil di masa pandemi. Akan tetapi secara perlahan, daya beli menunjukkan ke arah perbaikan,” tambahnya.

Ade kemudian menjelaskan, beberapa program penanggulangan kemiskinan di masa pandemi, Kabupaten Bogor telah berhasil menahan laju kemiskinan tidak terlalu dalam. Yaitu sebesar 7,99% pada tahun 2021 yang sebelumnya pada tahun 2020 ada diangka 7,69%.

“Tahun 2021 diperkirakan kemiskinan sebesar 7,99%, sebelumnya sebesar 7,69%. Sebelumnya pada tahun 2019 ke 2020 terjadi kenaikan kemiskinan sebesar 1,03%. Akan tetapi di tahun 2021 artinya dari tahun 2020 ke 2021 kenaikannya berhasil ditahan agar tidak terlalu dalam yakni sebesar 0,30%,” pungkas Ade.

Penulis: M. Michael Faruq/MagangEditor: Rais Maulana Ihsan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *